Berbicara mengenai talenta, rasanya Indonesia tidak kekurangan para kreator termasuk salah satunya dalam bidang animasi. Terbukti dari cukup banyaknya kreator Indonesia yang ikut terlibat dalam beberapa animasi Internasional.

Meskipun jika dibandingkan dengan negara luar lainnya seperti Pixar atau Disney tentu masih terbilang cukup jauh. Namun, tidak bisa juga menganggap sepele pasalnya sudah ada beberapa animasi lokal yang mendapat apresiasi dari kalangan internasional.

Salah satunya film animasi berjudul “Knight Kris” yang rilis tahun 2017 di bioskop Indonesia. Namun, sayangnya kala itu tampaknya tidak memenuhi target yang diharapkan karena sebagian besar penonton lebih tertarik dengan film bergenre horor pada saat waktu ¬†penayangan yang bersamaan.

Kendati tidak mendapatkan apresiasi yang maksimal, film animasi lokal “Knight Kris” ini memboyong beberapa penghargaan. Misalnya saja Piala Maya untuk Film Animasi Panjang Terpilih 2017.

Lalu, berturut-turut menjadi pemenang dalam ajang Cartoon on Bay di Italia, London Independent Film Awards di Inggris, dan menjadi juara dalam ajang Calcutta Film Festival di India.

Yang cukup unik dan menarik, film Knight Kris” merupakan yang pertama di Indonesia mengangkat tema budaya dalam kemasan animasi. Salah satunya, terkait keris yang merupakan benda khas asal Jawa. Disamping itu juga bisa dikatakan rujukan cerita dalam film ini terinspirasi dari para tokoh pewayangan.

Sinopsis :

Film diputar dan dimulai pada sebuah narasi, alkisah lahirlah seorang putra mahkota yang sayangnya ketika dewasa Ia tumbuh menjadi pemuda yang tamak dan arogan. Demi bisa mewujudkan segala ambisinya untuk berkuasa ia mempelajari ilmu sihir kekuatan hitam.

Sampai kemudian Ia menjadi sosok raksasa bernama Asura. Namun, keinginannya untuk menjadi yang paling berkuasa dihalangi oleh seorang ksatria yang berhasil melumpuhkan kekuatan Asura dengan sebuah Keris yang ditancapkan di kepala raksasa itu. Demi mencegah siapapun melihat sosoknya yang menyeramkan, para warga membangun candi disekitar tubuh raksasa yang tak lagi berkutik itu.

Beribu tahun kemudian, warga desa yang semula hidup tenang dan damai dengan pematang sawah yang begitu asri di gegerkan oleh seorang warga yang lari ketakutan lantaran Ia katanya melihat hantu di kawasan hutan bagian Utara.

Bayu, seorang bocah yang begitu banyak mimpi dan berandai jika memiliki kekuatan super di tantang oleh ketiga bocah yang suka membully untuk mendatangi area hutan Utara tersebut. Niatan mereka memang ingin mengerjai Bayu, namun siapa yang menyangka di saat itulah keadaan tak terduga bermula.

Ditemani sepupunya bernama Rani yang tengah berlibur di desa, petualangan pun terjadi. Dalam sebuah perjalanannya menyusuri hutan, Bayu menemukan sebuah bangunan candi yang begitu menarik perhatiannya. Dan Ia mencabut sebuah keris yang tertancap disana.

Seketika saja Bayu berubah menjadi sosok harimau yang memiliki kekuatan super dengan baju zirah yang dikenakan. Kesenangannya luntur ketika tak lama berselang, raksasa Asura bangkit dan membuat keadaan berubah kelam. Seluruh warga desa di sihir menjadi batu tidak terkecuali ayah dari Bayu. Untuk mengembalikan keadaan, maka Asura harus di kalahkan.

Dalam kegamangannya, Bayu dan Rani bertemu dengan Empu Tandra seekor kera tua sakti. Mereka melakukan petualangan untuk mengumpulkan 6 pecahan kepingan emas keris yang menjadi segel dan telah mengurung raksasa Jahat Asura itu.

Setiap kepingan emas dari keris ini masing-masing menyimpan kekuatan ksatria legendaris. Yakni Agni (Api), Rudra (Angin), Chadra (Bulan), Surya (Matahari), Deva (Kebajikan) dan Angkara (Kedengkian) kesemuanya melambangkan kekuatan yang saling menjaga keseimbangan dunia.

Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Yuda yang merupakan seorang penerus klan penempa keris legendaris. Hidup seorang diri kian menempanya menjadi seorang yang tangguh dan angkuh.

Ketika raksasa Asura terlepas, Yuda bekerja sama dengan Bayu serta yang lainnya untuk mengalahkan sang raksasa. Selain itu ada juga Nahwara (menjadi tangan kanan/kepercayaan) Asura bersama prajurit bayangan untuk membalas dendam serta melanjutkan ambisinya.

Film dibawah naungan produksi SSS Pictures dan Viva Fantasia Animation kabarnya menelan biaya hingga 18 Miliar rupiah. Penggarapannya Menggunakan full grafis Computer Generated Imagery (CGI). Untuk kualitas animasinya terbilang bagus meski ada beberapa bagian yang noise tapi tidak terlalu mempengaruhi cerita animasinya.

Film animasi ini di isi oleh para dubber ternama dan professional. Sebut saja Bima Sakti (pengisi suara Giant – Doraemon) dan Santosa Amin (pengisi suara Suneo – Doraemon). Disamping itu beberapa publik figur yang namanya sudah dikenal masyarakat turut berkontribusi seperti Deddy Corbuzier (sekaligus masuk dalam jajaran produser animasi Knight Kris), Chika Jessica, Stella Cornelia, hingga Kaesang Pangarep.

Animasi lokal’ Knight Kris, sebenarnya punya banyak hal untuk ditawarkan dan patut diapresiasi. Bukan pula sekedar hiburan semata, pesan moral yang bisa diambil misalnya mengingatkan untuk selalu menanamkan nilai positif dan sifat bijaksana sedari dini. Tidak lupa untuk menjauhi sikap tamak yang berujung akan merugikan diri sendiri. ¬†Yang menarik sisi lainnya tentu saja mengenalkan akan beberapa budaya Nusantara yang menjadi inspirasi dari film animasi ini.